Cara Mengukur Kebisingan di Rumah dan Membaca dB

Cara Mengukur Kebisingan di Rumah dan Membaca dB

Cara Mengukur Kebisingan
Foto: TOSTEM Prima Cipta
Table of Contents

Cara Mengukur Kebisingan di rumah dapat dilakukan menggunakan aplikasi pengukur suara pada HP atau alat khusus bernama sound level meter. Pengukuran ini menghasilkan angka desibel (dB) yang membantu penghuni memahami tingkat kebisingan di kamar tidur, ruang keluarga, atau area dekat jendela. Hasil pengukuran juga membantu menentukan apakah rumah membutuhkan perbaikan akustik atau sistem insulasi suara.

Suara kendaraan, klakson, dan aktivitas lingkungan dapat mengganggu kenyamanan ketika kebisingan masuk ke dalam rumah. Namun, angka desibel saja tidak dapat memastikan penyebab kebisingan atau membuktikan bahwa jendela mengalami kebocoran udara. Penghuni perlu membandingkan hasil pengukuran di beberapa lokasi dan waktu sebelum menentukan solusi.

Mengapa Anda Perlu Mengukur Kebisingan di Rumah?

Pengukuran kebisingan membantu penghuni menilai kondisi akustik rumah berdasarkan data, bukan hanya persepsi. Hasil pengukuran dapat menunjukkan kapan suara paling mengganggu dan bagian rumah mana yang perlu diperiksa.

Data tersebut membantu penghuni untuk:

  • Mengetahui tingkat kebisingan saat jam sibuk dan waktu istirahat.
  • Membandingkan suara di dekat jendela dengan suara di tengah ruangan.
  • Mengevaluasi perubahan kebisingan setelah perbaikan pintu, jendela, atau dinding.
  • Menentukan kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut jika kebisingan terus mengganggu tidur atau konsentrasi.

Memahami Satuan Desibel (dB) dan Batas Toleransi Rumah Tinggal

Apa Itu Satuan Desibel (dB)?

Desibel (dB) merupakan satuan logaritmik untuk menyatakan tingkat suara. Pengukuran kebisingan lingkungan umumnya menggunakan dB(A), yaitu skala yang memperhitungkan sensitivitas pendengaran manusia terhadap frekuensi suara.

Skala desibel tidak bertambah secara linear. Kenaikan 10 dB menunjukkan peningkatan intensitas suara sebesar sepuluh kali, meskipun telinga manusia umumnya mempersepsikan suara tersebut sekitar dua kali lebih keras.

Batas Kebisingan Menurut Permenkes dan WHO

Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 menetapkan baku mutu kebisingan lingkungan permukiman sebesar 55 dB(A). Sementara itu, pedoman WHO merekomendasikan tingkat kebisingan di kamar tidur kurang dari 30 dB(A) pada malam hari untuk mendukung kualitas tidur yang baik. Kedua angka tersebut memiliki konteks pengukuran berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan tanpa memperhatikan lokasi, durasi, dan metode pengukuran.

Cara Mengukur Kebisingan Menggunakan HP (Aplikasi Sound Level Meter)

Smartphone dapat membantu penghuni melakukan pemeriksaan awal terhadap tingkat kebisingan rumah. Namun, hasil aplikasi dapat berbeda menurut kualitas mikrofon, perangkat, dan kalibrasi.

Ikuti langkah berikut:

  1. Unduh aplikasi pengukur suara. Pilih aplikasi sound level meter yang tersedia di toko aplikasi perangkat Anda.
  2. Periksa pengaturan pengukuran. Jika tersedia, pilih pembacaan dB(A) untuk mengukur kebisingan lingkungan.
  3. Tentukan posisi HP. Letakkan perangkat pada ketinggian yang mendekati posisi telinga ketika penghuni beraktivitas.
  4. Catat hasil pengukuran. Amati angka selama beberapa menit dan catat nilai rata-rata jika aplikasi menyediakannya.
  5. Ulangi di lokasi berbeda. Bandingkan hasil di dekat jendela tertutup dengan hasil di tengah ruangan.

Aplikasi HP cocok untuk pemeriksaan awal, tetapi pengukuran tersebut bukan pengganti alat terkalibrasi untuk pemeriksaan teknis resmi.

Mengukur Kebisingan dengan Alat Fisik Decibel Meter (Sound Level Meter)

Sound level meter khusus dapat memberikan pengukuran yang lebih terkontrol apabila alat memiliki spesifikasi dan kalibrasi yang sesuai. Alat ini berguna ketika penghuni membutuhkan data untuk evaluasi renovasi atau pemeriksaan profesional.

  • Pilih pengaturan pembobotan A (dBA) untuk pengukuran kebisingan lingkungan secara umum.
  • Gunakan pengaturan respons waktu yang sesuai dengan tujuan pengukuran.
  • Ikuti petunjuk produsen mengenai posisi mikrofon dan jarak dari permukaan.
  • Catat durasi, lokasi, kondisi jendela, serta sumber suara saat pengukuran berlangsung.

Waktu yang Tepat dan Prosedur Mengukur Kebisingan Rumah

Pengukuran Waktu Puncak (Peak Hours)

Ukur kebisingan pada pagi dan sore hari jika rumah berada dekat jalan raya. Jam 07.00–09.00 dan 17.00–19.00 dapat dijadikan waktu awal pengamatan, tetapi tingkat kebisingan sebenarnya bergantung pada pola lalu lintas setempat.

Pengukuran Waktu Malam (Night Time)

Lakukan pengukuran ketika penghuni bersiap tidur untuk mengetahui kondisi akustik kamar. Catat suara sesaat dan tingkat suara selama periode pengamatan agar satu bunyi keras tidak dianggap mewakili kondisi sepanjang malam.

Posisi Pengukuran di Dalam Ruangan dan Dekat Jendela

Ukur suara di dekat jendela tertutup, kemudian ukur kembali di area tidur atau tengah ruangan. Gunakan posisi dan durasi yang konsisten agar hasilnya lebih mudah dibandingkan.

Cara Membaca Hasil Pengukuran dB dan Menentukan Solusinya

Tabel berikut memberikan gambaran praktis tingkat suara. Nilai aktual bergantung pada sumber suara dan kondisi lingkungan.

Tingkat suara Gambaran umum Langkah yang dapat dipertimbangkan
Sekitar 30–40 dB Relatif tenang Pertahankan kondisi ruang yang nyaman
Sekitar 40–50 dB Suara latar terdengar Periksa sumber suara yang mengganggu
Sekitar 50–65 dB Percakapan ramai atau lalu lintas dapat terdengar jelas Periksa celah pintu, jendela, dan dinding
Di atas 65 dB Kebisingan dapat terasa mengganggu Evaluasi jalur masuk suara dan pertimbangkan pemeriksaan teknis

Angka pada tabel bukan batas diagnosis atau jaminan kenyamanan bagi setiap orang. Pengukuran sesaat juga tidak cukup untuk menentukan paparan kebisingan sepanjang hari.

Menentukan Solusi Akustik: Peran Jendela LIXIL TOSTEM dari Prima Cipta

Jika kebisingan di dalam kamar tetap tinggi ketika jendela tertutup, penghuni perlu memeriksa beberapa kemungkinan, seperti celah pemasangan, ventilasi, dinding, atau suara yang merambat melalui struktur bangunan. Angka di atas 50–60 dB tidak otomatis membuktikan jendela bocor, sehingga pemeriksaan jalur suara tetap diperlukan.

Sistem pintu dan jendela aluminium prafabrikasi LIXIL TOSTEM dapat menjadi bagian dari solusi insulasi suara. Sejumlah seri TOSTEM mencantumkan performa insulasi suara 25 dB berdasarkan pengujian JIS. Nilai tersebut merupakan hasil pengujian produk sesuai metode yang berlaku, bukan jaminan bahwa kebisingan setiap rumah akan turun 25 dB setelah pemasangan.

Sistem bukaan yang presisi dan gasket yang terpasang dengan baik dapat membantu mengurangi kebocoran udara. Hasil akhir tetap bergantung pada seri produk, konfigurasi kaca, pemasangan, dan jalur suara lainnya.

Melalui LIXIL TOSTEM Prima Cipta sebagai distributor resmi LIXIL TOSTEM, pemilik rumah dapat berkonsultasi mengenai pilihan pintu dan jendela sesuai kebutuhan bangunan. Konsultasi teknis membantu menentukan spesifikasi yang tepat sebelum penghuni mengeluarkan biaya renovasi.

Kesimpulan

Cara mengukur kebisingan di rumah dimulai dengan aplikasi HP untuk pemeriksaan awal atau sound level meter untuk pengukuran yang lebih terkontrol. Penghuni perlu membaca angka dB berdasarkan lokasi, durasi, dan waktu pengukuran. Acuan kebisingan lingkungan permukiman sebesar 55 dB(A) dan rekomendasi WHO untuk kamar tidur pada malam hari memiliki konteks berbeda, sehingga penggunaannya harus tepat.

Jika pengukuran menunjukkan kebisingan yang terus mengganggu, periksa jendela, pintu, dinding, dan jalur suara lainnya sebelum memilih solusi. Anda dapat membaca artikel lain di LIXIL TOSTEM Prima Cipta atau menghubungi kontak WhatsApp yang tersedia di website untuk berkonsultasi mengenai pilihan pintu dan jendela aluminium TOSTEM.

Last Updated: 19 October 2026, 11:44

Bagikan:

Artikel Lainnya

Formulir Katalog

Isi data formulir di bawah ini untuk download katalog produk Lixil TOSTEM